Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

11.30.2011

bukan curahan , hanya percikkan

kalopun cintaku gak lebih besar dari dia
kalopun sayangku gak senyata dan seindah dia
mungkin memang bukan aku, tapi dia
benar dia

dia yang bisa buatmu merasa lebih bahagia
daripada semenit kamu melihat senyumku, membosankan
dia yang bisa kau rindukan
walaupun aku berulang kali memanggil namamu di depan wajahmu

mungkin benar bukan aku
yang sekalipun beri segalanya untukmu
sekalipun aku berikan langit dan bumi
tapi sayang, aku tak ada dipelupuk ingatanmu

jiwaku tak setegar karang
untuk percaya, kalau bukan aku yang menjadi milikmu
diriku tak sekuat badai ombak yang kuat menenggelamkan kapal, untuk menahan sedikit perih yang kau tinggalkan

berikut dengan perasaanku
perlahan melemah menahan pilu
merelakan kenyataan
merelakan kamu, dengan yang paling setia senyumannya dihatimu

andai aku bisa terlahir kembali
begitu juga kamu
aku ingin memaksa keadaan
agar aku bertemu kamu, kamu yang baru, kamu yang mencintaiku, bukan dia

lalu bagaimana dengan hari ini? lusa? besok lusa? dan seterusnya?
apa yang harus aku lakukan dengan kenyataanku yang baru?
dengan kamu yang mencintai dia
dengan kamu yang bukan memiliki aku dengan segenap perasaan lembutmu..

9.03.2010

emosi

ketika emosiku meluap
menutup logika dan alam sadarku
emosiku beragam
dari ingin marah sampai menggaruk wajah hingga berdarah
tak lagi ku ingin melakukan kesalahan yang sama
membuat masalah pada diri sendiri
membuat berjuta kata yang hina dan membuat diri sendiri merugi
satu hal yang ingin kulakukan : menghempaskan diri hingga raga ini merasa sakit yang teramat
agar tak lagi perasaanku yang mengalahkan logika untuk merasa sakit
andai hujan itu membuat kulitku mengelupas mungkin aku segera berlari membuka pintu dan membiarkan diriku ditengah hujan sampai aku tak lagi mempunyai kulit
kalau aku bisa menahan nafasku hingga paru-paruku berhenti bekerja , itupun akan kulakukan untuk (lagi") menghilangkan rasa penat yang ada di hati
seperti ingin berteriak tapi aku bisu
seperti ingin mendengar tapi aku tuli
seperti ingin melihat tapi aku buta
seperti ketika ingin berlari tetapi kaki lumpuh

aku.hanya.dapat.bernafas.sampai.hilang.emosiku

rekahan senyumku

baru saja aku ingin mengembangkan senyumku ketika aku melihat rona wajahmu di pelupuk mataku , tapi senyum itu surut kembali ketika senyuman itu setengah merekah . karna aku melihat kamu bercengkrama dengan hatimu
aku mencoba memanggil namamu,tetapi tak sedikitpun kamu menoleh padaku,kurasa kamu tak mendengarku,mungkin karna aku memanggilmu di dalam hati . aku tahu itu bodoh tapi kepalaku berkata jika kamu menoleh pasti memang kamu adalah bagian dari firasatku dan ternyata kamu tak mendengar hatiku
aku hanya tersenyum melihat bahagianya dirimu yang bercengkrama dengan hatimu , aku bahagia melihatmu , rasanya seperti ketika menelan seteguk air disaat berbuka puasa
sedikit suara berbisik di sekujur badanku bahwa aku cemburu melihat itu , tapi tak ku gubris
aku hanya ingin melihatmu , sampai akhirnya aku lelah dan menutup mata

ketika-ku

ketika aku sedang melayang di langit , sayap ku patah dan aku terhempas ke tanah
kau datang tiba-tiba membawakan kain untuk membalut luka ku

selama berbulan bulan aku tak terbang , tak beraktivitas dengan langit dan sayapku , tak bosan kamu temaniku.
tertawa . bercerita . bercengkrama . hal itu sudah seperti nafasku di harihari .
tak pernah kau pergi meninggalkanku dan luka disayapku .
hingga suatu hari aku tertidur karna lelah, ketika ku terbangun aku melihatmu bergegas pergi , ketika aku tanya kau hanya diam , aku mengguncang pundakmu memaksa untuk menjawab, lagi lagi kau hanya diam , tak sedikitpun kamu menoleh ke arah mataku, tak ada satu katapun keluar dari bibirmu .
tak lama kau mendorongku hingga terhempas ke tanah , aku merasa sakit yang hebat di punggungku. rasa sakit itu membuatku takbisa bangkit dari jatuhku
aku meringis sakit tapi kau tak peduli . kau pergi meninggalkanku , dan di sudut mataku aku melihat kau mengeratkan jemarimu dengan bidadari yang indah . kau pergi meninggalkanku dalam lumpuhku tanpa ada rasa di hatimu..

21 februari 2009

saat aku bangun aku melihat langit
yang ternyata mendung
aku tak semangat

aku pun bingung untuk melewati hari ini
bagaimana aku harus menata hatiku?
disaat bertemu dg orang" yg membuat kecewa?
aku hanya dapat menghela nafas panjang
Dan aku pun yakin
suatu saat , suatu hari nanti
mungkin besok , lusa , minggu depan
Tuhan akan memberikan yg terbaik untukku .
7.20

###

jika kau tau perasaanku
apakah kau peduli?
apakah kau akan menangis?
kurasa tidak

semua yg kamu mau
yang kau inginkan
yang kau butuhkan telah aku lakukan
tapi tak sedikitpun kau mengertiku

kenapa ? mengapa ?
apa salahku ?
mengapa aku dihukum seperti ini ?
sungguh ku takkan mampu

andai bunuh diri tak berdosa
sudah sejak lama kulakukan
agar aku tak lagi merasa sakit dan kecewa , berkali kali
7.27

###

Kau meninggalkanku
Lalu membuatku menunggu dan menanti
kau berkata "lupakan aku"
akhirnya aku menyerah

waktu berlalu aku dapatkan penggantimu
dan aku menuruti maumu tuk lupakan kamu
tapi disaat aku bersamanya
kau marah dan menyalahkanku

aku meninggalkan dia
dan kau selalu menceritakan kepada org" bahwa aku adalah buruk

aku hanya dapat menangis
setelah mendapat setumpuk kekecewaan
07.45

karena aku kesal padamu,kepengen nulis tapi jadi mabok..

kalau aku bisa berteriak
hal itu akan berlaku di depan wajahmu
karena emosi jiwaku
yang mendengar tutur menyebalkan dari dirimu

--------------------------------------------------------------

apakah kau tahu apa yang terjadi pada jiwa ini?
ketika melihat gayamu yang sunggh angkuh
dan berjalan tanpa melihat sekitarmu?
rasanya aku ingin memukulmu hingga kau tersungkur di depan wajahku

-------------------------------------------------------------

aku hanya ingin kau bisa berfikir tentang perasaan orang lain akan kata-kata yang kamu ucap setiap harinya
tidak hanya untuk isi kepalamu yang merasa kau adalah segalanya
dan untuk kepalamu yang merasa gengsi untuk mengatakan satu hal yang sebenarnya berkelut di kepalamu

---------------------------------------------------------------

perihnya saat aku menarik nafas
mendengar setiap kalimat yang berubah dari dirimu
ya , berubah
kalimat yang tadinya "abcdefg" menjadi "gfedcba"

telah ku katakan padamu , aku ingin semua baik" saja
tapi ternyata kau pergi tanpa meninggalkan jejak di sekitarku
kau menghapus semuanya hingga seakan kau tak pernah mengenalku
dan membuat , diriku yang salah sepenuhnya kepadamu

aku tak ingin menahanmu , aku harap kau bahagia dengan cara hidupmu
yang sebenarnya aku tak suka
yang sebenarnya aku sangat kesal
yang sebenarnya terkadang aku rindu
yang sebenarnya , ya tetep aja kesal !

itu

Malam gelap bintang bertaburan
Ah biasa
Suasana yang selalu terlihat dikala matahari telah tenggelam
Itupun kalau tidak mendung

Matahari seperti suasana hati
Yang bisa terbit dan tenggelam
Dimanapun dan kapanpun
Seperti saat ini

Ku katakan padamu
Semua kata yang baik
Semua kata penyemangat
Agar kamu merasa bahwa kamu juga punya hidup yang berharga

Tapi kau mengabaikannya
Seolah semua yang terucap hanya angin lalu dan tak ada artinya

Padahal penuh harap dalam hatiku
Harapan pada dirimu untuk mengubah kebiasaan buruk
Harapan pada dirimu agar kamu semangat hidup
Harapan pada dirimu agar kau..tidak melupakan aku

Karna perkataan sudah keluar dan kamu hanya menganggap angin lalu , berarti ini saatnya untuk mendoakan dirimu
agar kamu bisa menghargai hidupmu sendiri :)

cucuk aja gua !

berteriak otakku dalam sepi
berontak hati dalam tenang
berdebar jantung dalam hening

semua datang
disaat jiwa rapuh dan lelah
menyerang dengan keras
menghantam pintu jiwa

sakitnya terbentur
bagai dikuliti hidup hidup
padahal jiwa tak mengerti arti dari jertan ini
padahal jiwa sungguh PENAT

beri aku helaan nafas
untuk hadapi carut marutnya keadaan jiwa raga
beri aku waktu untuk meminta kepada ALLAH swt
untuk hadapi kamu yang sebenarnya tak bermaksud mengganggu jiwaku

saat sepi kuinginkan

sepi
susunan huruf yang artinya menyebalkan
untuk yang mendengar ataupun yang merasakan
sama hal-nya dengan menunggu
hal yang tidak jelas ujungnya dimana

hari ini seperti itu
hanya kicauan burung dan desau angin yang menyibukkan diriku
hanya helaan nafas yang terdengar dari telingaku
karena sekelilingku tidak ada kesibukan

andai aku bebas seperti angin
bisa melemparkan bagian tubuhku kemanapun
aku akan pergi jauh sejauh jauhnya paling jauh
tapi keadaan menghalangi
dan waktu menahan agar aku tetap ditempatku

andai aku melihatmu
aku ingin ikut bersamamu
aku ingin menjadi angin bersamamu
agar aku tak sendiri lagi

senyumku untuk Musthafa Ramadhan-ku (9 agustus 2010)

tawa hiasi wajahku
senyum hiasi relungku
rindu baluti hatiku
bahagia warnai hariku

rasa hati bagai pelangi yang indah
hadir setelah derasnya gemericik hujan
memandangnya dibarengi bau rumput yang khas
serasa melayang diatas awan

merindukanmu bagai dehidrasi
melihatmu bagai mendapatkan tegukan air
lihat wajah bahagiamu seakan lengkapi respirasiku
melihatmu bahagiakan dunia fana-ku

tak ada hujung untuk dunia kurasakan disaat aku mendengar sepatah kata darimu
seakan listrik menyengatku dan membuat debaran jantungku berhenti sesaat
aku hanya ingin dengarkan suaramu untuk hariku

mengertilah , senyumku hanya untukmu MRku

emosi 9 halaman - 7 Agustus 2010 *copied from my lovely diary

hariku bagai hembusan angin topan
begitu riuh dan hancur
hatiku berselimut dengan panas lahar
begitu membara dan sakit

kepalaku seakan terbentur
tubuhku serasa hancur
tak ada yang kulihat
tak ada yang mendengarku

hempaskan aku agar kau bahagia
aku rela teriris demi semua kebahagiaanmu

23.15

________

mengapa senyummu bukan untukku?
mengapa bahagiamu tak bersamaku?
mengapa tawamu tak hiasi hariku?
mengapa kau tak ada di sisiku?

mengapa kau buatku menginginkanmu?
mengapa kau buat aku merindumu?
mengapa kau tak ditakdirkan bersamaku?
mengapa kau diam membisu dan tak jawab aku?

23.19

________


amarah tersulut
emosi terbakar
hati menangis
logika terkikis

bodoh
bodoh


tak seharusnya aku ingin kamu
tak seharusnya hatiku berperasaan
tak seharusnya aku tertipu
tak seharusnya aku bertemu denganmu

23.21

____

aku gak ngerti
langit , beritahu aku
beri aku jawaban atas semua rahasia yang dia punya
aku lelah , langit
aku LELAH

22.22
_____

logika , tolonglah bekerja
kembalikan aku kedalam kenyataanku
bukan lagi di dalam mimpi semu-ku ini

bangunkan aku, logika
aku mohon
biarkan aku berpikir rasional
jangan lagi aku lihat , dengar , rasa semua yang seharusnya bukan untukku

logika, berteriaklah pada jiwa ragaku
pada sekujur tubuhku
pada jasmani dan rohaniku
agar aku bisa bangkit
agar aku tak lagi bermimpi

semua mimpiku hanya semu, logikaku
sekeras apapun usahaku
itu tetap bukan takdirku
karena , itu tak tertulis untukku

23.28
___

dapatkah airmata terganti tawa?
ketika semua terekam jelas lewat mata yang memandang jenuh ke utara
dapatkah bahagia hiasi hari?
ketika raga yang rapuh terjatuh dikedalaman lubang yang paling dalam?

aku yakin , aku bisa
mengapa banyak 'tetapi' dibenakku?
tak ada yang mampu menjawab
hanya ada doa dihati
semoga semua itu lekas pergi

23.32
___

dan rintik hujanpun turun
menemani suasana perasaan yang galau
dan hujan pun mengerti
kalau aku sedang tak ingin tertawa

tak ada kicau burung
tak ada derik jangkrik
hanya ada tamparan air pada muka bumi
yang mengawani galaunya perasaan

kalau perasaan selalu begini
logika akan sulit digunakan
dan aku hanya ada pada posisi seperti ini

semoga besok, galauku
berubah
menjadi gelak tawa yang membahana
diruangan antara langit dan bumi

23.37
____

tinta, kawani aku
gadis yang belajar untuk tak labil dan jadi dewasa

tinta, jangan habis
biarkan aku ditemani olehmu

tinta, jangan biarkan aku menangis
karena saat ini hanya kamu yang menemani airmata ini

tinta , andai kamu wujud nyata
aku ingin menangis disandaranmu

23.40
____

kau aduk perasaanku
bagai kumur-kumur orang setelah sikat gigi

kau tiup tenangnya hati
bagai rambut yang dikeringkan hair dryer

kau tusuk hati ini
jarum jahit pada mesinnya

kau tumpahkan airmata ini
bagai air cucian yang tak bisa lagi dipakai

kau kerutkan kening ini
seperti baju kusut yang tak diseterika karna listrik mati bergilir

kau bengkakkan mata ini
bagai orang yang tak ada hentinya mengunyah makanan

23.44

bahagia (12 agustus 2010)

angin berhembus
mengelilingi tubuhku
hangatnya matahari
baluri jiwaku

angin berbisik
seakan dia tau tentang kamu
angin mengatakan , kau ingin pergi dariku
aku hanya tersenyum

mata memandang warna indah dunia
hidung mencium aroma bunga-bunga bermekaran
telinga mendengar nyanyian merdu burung-burung
cuaca memelukku

kamu pun datang
kamu katakan rindu
kamu mengatakan
"kamulah jiwaku"

tring tring (24 agustus 2010)

hal yang paling dinanti
ahahaha bodoh

kembali lagi ke berjuta juta detik yang lalu
ketika isi kepala merumit dan berkelit dengan suasana hati
ketika hati penuh tanya , ketika perasaan butuh , kau tak datang dan hanya menimbulkan beribu tanya

uraian air mata tak kunjung keluar
padahal aku berharap itu terjadi dan menenangkan hati
aku ingin kamu mendengarku
hingga kau tahu tentang aku
tapi kau lebih banyak disibukkan dengan keinginanmu
aku menjerit inginkanmu
aku melompat berharap kamu hadir
aku selalu mencari sosok kehadiranmu tapi semuanya nihil
seperti ingin menggambar diatas air mengalir
berharap banyak padamu tapi kau sia"kan itu..

mencoba tenang (28 agustus 2010)

menghipnotis isi kepala dan hati
dengan kenyataan
itu hal yang paling sulit
seperti sedang berkomunikasi dengan batu

keinginan demi keinginan bermunculan
membuat semua kewajiban tertutup dengan keinginan yang tak penting
keinginan dan kebutuhan bertumbuhan hingga kulit mengerut
hingga mata memanas dan kering

berharap kamu bisa mengerti itu sulit
seperti mencoba menggoreskan pisau ke urat nadi sendiri
andaikan aku bisa , aku akan memilih untung menjadi penghipnotis agar aku bisa membuat kamu mengerti

aku mohon , kamu selalu ada disaat aku inginkan
aku mohon , kamu selalu perhatian disaat aku butuhkan
aku mohon kamu coba memahami diri ini
aku mohon , jangan kamu bersikap terlalu biasa yang bisa membuatku berpikiran macam-macam

beri aku ruang diharimu
beri aku kebahagiaan dihatimu
beri aku tanda kalau kamu juga merasakan hal yang sama denganku
beritahu aku apa yang kamu rasa diharimu saat bersama denganku

apakah kamu mau aku selalu bertanya?
apa kamu tak bosan melihat tingkahku?
apa kamu tak lelah melihat kalimat "apakah" ?
apa yang harus aku lakuakn agar kau menjawab semua itu?

mengapa kau membaiarkan aku seperti ini?
apa kamu tidak takut kehilangan aku?
aku rasa tidak :')
dan mungkin kamu akan bahagia tanpa adanya aku

aku mau kamu
aku ingin kamu
tapi kamu tak sedikitpun memberikan aku jawaban
kamu hanya bersikap biasa dan datar :')

hey dear , open your sixth sense please :')
i miss you,,,

tebetee nyemenyee

suasana dikota santri *esalah +,+

suara jangkrik
dingin angin
Selimuti malam
Temani hati

awal september datang
Ingatan bergejolak
Berkacamuk maju mundur
Membuka lembaran hidup yang lalu lalang

Tak sudi kau sebut aku galau
Tak terbersit untuk mendapatkan gelar "mahluk tergalau"
Tapi galau menggangguku
Galau temaniku sampai aku penat

Kepala menjerit
Kulit terkikis
Mengingat dirimu jauh
Mengingat kamu yang dulu

Malam ke 22 sudah datang
Aku tak ingin syawal segera datang
Aku masih ingin di ramadhan ini
Aku masih ingin bisa bersamamu disetiap malamku
Disetiap rindu dan penatku ombak-ku :')

tulisan (2 september 2010)

tak ada pena
hanya ada keypad
tak ada kertas
hanya ada layar

tak ada wujud
hanya ada gambar
tak ada senyum
hanya ada suara tawa

tak ada rasa
tak ada peduli
hanya ada terpaksa
hanya ada tak ikhlas

berharap kamu ada
berharap kamu tersenyum
berharap kamu tertawa
berharap kamu pun merasakan yang sama apa yang kurasa

perih hati
terluka keacuhanmu
perih perasaan
tergores keinginan untuk bisa tertawa dan bercanda denganmu

apa tidak ada yang lebih panjang daripada jawaban-jawaban singkat yang hanya terlontar ketika aku bertanya ?
apa tidak ada rasa ingin tahu tentang keadaan diriku yang JAUH dari pelupuk matamu dan bahkan jarang terdengar suaranya ditelingamu?

apa tidak ada rasa ingin menjalin hubungan dengan baik daripada hanya diam dan bertanya seperlunya?

sesuatu (2 September 2010)

aku tersenyum
karna sosokmu
karna tawamu
karna hadirmu

tapi aku bisa lebih kalut
jika kau tak ada bersamaku
jika kau jauh dariku
jika kau tak peduli padaku

aku berharap punya pintu kemana saja
untuk menemui kamu
untuk tertawa denganmu
untuk bercerita suka duka bersamamu

aku juga ingin menjadi bayanganmu
yang selalu ada bersamamu
yang tak pernah hilang
yang...tak terpisah darimu

tapi aku tak bisa
aku hanya dapat menjadi orang lain
yang menyayangimu
yang berharap kamu adalah untukku :')