2.04.2012

hanya mencoba..

bohong jika aku tak pernah menangis ataupun marah
aku hanya berusaha menutupi semua emosi itu
dan mencoba terlihat wajar
walaupun rasanya benar-benar sangat teriris

tapi aku tau itu hanya untuk sementara
dan emosi negatif tersebut akan hilang lalu berubah menjadi normal
apakah usaha ini salah?
lalu bagaimana seharusnya aku menampakkan garis wajah ini?

setiap harinya aku berusaha terlihat biasa
atau sama seperti yang lain
tapi yang lain itu ternyata berbeda jauh dariku
hingga akhirnya aku terlihat tak biasa atau lebih tepatnya aneh

kadang aku ingin, bisa lepas akal lalu berteriak segila mungkin
menghujat orang sesuka hati
menghina apapun yang melewati pandangan
dan menghancurkan segala sesuatu yang merusak diri ini

tapi aku tak mampu
akal ini menggerogoti perasaan
mengendalikan sebagaimana jiwa ini seharusnya berlaku
setidaknya, mengurangi energi negatif di tempat yang tidak seharusnya

jika aku melihat lalu aku tak memberikan respon
itu tak berarti aku benar-benar tak perduli
aku berusaha cari apa maksudnya
aku mencari arti dan pandangan dari banyak orang
lalu menyamakan dengan persepsiku, ternyata sama..

diam aku perhatikan , lalu tersenyum
walaupun itu persepsi-ku
semoga itu benar seperti apa yang terlintas dalam benakku
berharap tak ada salahnya kan? :)

adakah kata yang lebih dari maaf?

maaf..
aku sering katakan itu, bahkan kamu bosan dengar kata tersebut..
itu aku ucapkan sebagaimana isi hati ini
yang bingung dan kelu akan kenyataan yang berbeda dengan seharusnya..

aku katakan ini unuk klarifikasikan semuanya
bahwa aku benar-benar menyesal
akan kata dan perilaku yang telah lalu
bisakah kau terima itu?

aku takut, semakin sering aku bersalah
semakin sering aku meminta maaf
semakin tak percaya lagi dirimu kepadaku
semakin sulit pula aku harus bergerak dihadapanmu

maafkan aku.. aku tak tau harus berkata apalagi untuk yakinkan kamu.. :(

2.01.2012

tragedi (TAK) berdarah ^^v

hari ini dimulai dr jam 9 pagi, ayab minta dianter ke tempat resepsi nikahan kk mala tgl 12 nanti..
pas dijalan, aku cerita ttg perjalanan ke rumah ompung kemarin. Ternyata nyampe di tempat tujuan jam 10, kecepetan dr dugaan -_-
abis itu sempet agak berantem dijalan. kita langsung ke mega bekasi, soalnya ayab mau nyari batik katanya. sayangnya gak nemu.
Jam 11lewat, kita otw ke kampus. aku bilang supaya ayab parkir di kampus trus masuk kedalem. eh dia ga mau. katanya males lah, mau mondar mandir lah , apalah -_-
padahal cuacanya tuh MENDUNG SODARA-SODARA *hiperbola*. kan kasian kalo mondar-mandir ntar keujanan.
tp doinya kekeuh, dan saya malah ngambek. dia manggilin aku, minta helm-nya biar dia aja yg pegang. akunya jalan terus ga dengerin. sangkain bakal di telpon gitu -_- TAUNYA ENGGAK. ga heran, ayab ga bisa ngerayu :p
trus aku telpon, nanya posisi dia dimana, dia blg lg mau isi bensin. aku blg supaya nanti dia balik lagi. dan dia tetep gamau. aku matiin telponnya, trus dia sms "kenapa mesti ngambek sih?"
seperti biasa, ujung"nya saling nyalahin diri sendiri (˘_˘"). berakhir dengan "udah ga usah mikirin aku, aku mah gampang ay. kamu ngerjain soal yang bener ya.."
heem.. "iya, kamu kalo laper makan aja ya.."
dalem hati, moga aja dr mesjid dia beli bunga buat gua ._.
------------------------
kelar ngerjain soal jam 2 kurang 5, langsung sms "aku udh selesai,km dmn?"
"aku di depan ay, keluar aja.."
langsung pamit sama yang lain, ngibrit ke depan, dengan harapan "ayab megang bunga" ! pas ketemu............... bunganya ga ada (╥﹏╥) *garuk" dinding*
"Makan baso yg depan situ yuk, yang kamu bilang itu.." *mengalihkan perhatian supaya dia ga liat kalo muka gua bete -_-*
"yaudah yuk.."
dijalan diem aja, ditanyain "kamu kenapa sih siem aja?"
"Gapapa.."
sampe lagi makan baso, tetep aja diem akunya.. gatau mau ngomong apa lagian.. dijalan pulang juga dieem aja, sepanjang jalan, mungkin 20kali ayab nanya "kenapa kamu sayang? kok diem aja? bilang sama aku.."
udh mau ngomong "ayab ga beliin bunga sih.." cuma kok agak bodoh ya kalimatnya ahahahaha :D
tahaaan taahaaaaan ...
tiba" ditengah jalan ayab berhenti dan matiin motor. entah kilometer berapa di jalan narogong, yang pasti sebrang mitsubishi *lupa ejaannya*.
"jangan gini terus, nanti badmood melulu kamunya..kamu kenapa?"
"Aku gapapa .. emang ga kepengen ngomong aja kok"
tiba2 ayab turun dr motor dan nyuruh gue turun juga.
"ngapain dipinggir jalan sih, kamu mau berantem?"
*ayab buka jok motor* sambil ngomong "nih, drpd bete melulu, buat kamu"
BUNGA MAWAR MERAH+PUTIH :'D
norak yeh ._.
tau gak? masa aku langsung nangis bin speechless
ayab mah cengengesan bae (˘_˘")

dijalan ngobrol biasa, cerita.. hingga tercetus "yab temenin aku lari yuk.."
"Ayooooo"
*sampe rumah ganti baju*
"Ayaaaab aku gapunya sepatu olah ragaaaa"
"Adanya apa?"
"Ini.." *nunjuk converse*
"Yaudah pake aja.."
lari dah dari sentra eropa sampe sport club. pendek banget katanya -_-
adaptasiiiiiiii, bsk sampe gerbang :D
udah capek, dianter pulang..
makasih ayab ♥♥♥♥♥♥

11.30.2011

Manusia dan Pandangan Hidup


Semua Manusia pasti punya pandangan hidup. Pandangan hidup ini adalah hal yang sudah mendarah daging di setiap pemikiran seseorang. Apa yang dia ingin lakukan? Akan jadi apa dia nanti? Apakah dia bisa mencari uang dikala dia dewasa? Kurang lebih seperti itu. Seperti misalnya juga, saat ini saya seorang Mahasiswa, saya berpandangan kedepan atau ke beberapa tahun yang akan datang, saya akan menjadi seorang sarjana dengan nilai cum laude. Lalu nanti saya akan bekerja dengan sebuah perusahaan besar dalam kurun waktu beberapa tahun, lalu saya akan menikah dengan pendamping hidup saya yang setia.
Pandangan hidup itu bersifat kodrati karena ia menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar itu manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup.
Berdasarkan asalnya ada 3 macam pandangan hidup, yaitu:
1.Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
2. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada suatu Negara
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka pandangan hidup itu disebut ideologi. Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan.
-Cita-cita ialah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan. Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai, tentram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan. Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmana, dan kepercayaan kepada Tuhan.
-Kebajikan adalah perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik. Sebagai mahluk pribadi, manusia dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik dan buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan didalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku. Jadi suara hati dapat merupakan hakim untuk diri sendiri.
-Usaha /perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/jasmani, atau dengan kedua-duanya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan, karena kemampuan terbatas timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya.
-Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof.Dr.Harun Nasution, ada 3 aliran filsafat yaitu
*aliran naturalisme: hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari alam, dan itu dari Tuhan. Tetapi yang tidak percaya pada Tuhan,alam itulah yang tertinggi. Aliran naturalisme berisikan spekulasi mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada
*aliran intelektualisme: dasar aliran ini adalah logika/akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir, mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan piker (akal) kebajikan itu dapat dicapai dengan sukses. Dengan akal diciptakan teknologi, teknologi adalah alat Bantu mencapai kebajikan yang maksimal, walaupun mungkin teknologi memberi akibat yang bertentangan dengan akal. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari akal. Jadi pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima akal.Benar menurut akal itulah yang baik. Manusia yakin bahwa kebajikan hanya dapat diperoleh dengan akal (ilmu dan teknologi).
*aliran gabungan. Dasar aliran ini adalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu dinilai dengan akal, baik sebagai logika berpikir maupun sebagai rasa (hati nurani). Jadi apa yang benar menurut logika berpikir juga dapat diterima oleh hati nurani. Apabial aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan timbil dua kemungkinan pandangan hidup. Apabila keyakinan lebih berat didasarkan pada logika berpikir, sedangkan hati nurani dinomorduakan, kekuatan gaib dari Tuhan diakui adanya tetapi tidak menentukan, dan logika berpikir tidak ditekankan pada logika berpikir individu, melainkan logika berpikir kolektif (masyarakat), pandangan hidup ini disebut sosialisme. Apabila dasar keyakinan itu kekuatan gaib dari Tuhan dan akal, kedua-duanya mendasari keyakinan secara berimbang, akan dalam arti baik sebagia logika berpikir maupun sebagai daya rasa (hati nurani), logika berpikir baik secara individual maupun secara kolektif panangan hidup ini disebut sosialisme-religius. Kebajikan yang dikehendaki adalah kebajikan menurut logika berpikir dan dapat diterima oleh hati nurani, semuanya itu berkat karunia Tuhan.
Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik :
1. mengenal
2. mengerti
3. menghayati
4. meyakini
5. mengabdi
6. mengamankan




Dengan penjelasan singkat ini tentunya diharapkan setiap individu atau manusia bisa berpandangan hidup yang baik dan positif untuk dirinya sendiri. Setidaknya, dia akan berpandangan tentang akan menjadi apa dirinya dalam kurun waktu setahun kedepan. Akankah dia mulai merubah sifat yang selama ini agak mengganjal dihatinya? Akankah dia mulai semangat mengejar hari yang baru demi target kehidupannya yang baru. Jadi, dengan adanya pandangan hidup, kehidupan manusia akan lebih terarah dan lebih fokus kepada satu titik yang dia pilih dan selesai tepat pada waktu yang dia inginkan.



Sumber : http://whaysworld.wordpress.com/2011/06/10/manusia-dan-pandangan-hidup/

Nama : Nur Azizah
Kelas : 1PA07
NPM: 15511293

bukan curahan , hanya percikkan

kalopun cintaku gak lebih besar dari dia
kalopun sayangku gak senyata dan seindah dia
mungkin memang bukan aku, tapi dia
benar dia

dia yang bisa buatmu merasa lebih bahagia
daripada semenit kamu melihat senyumku, membosankan
dia yang bisa kau rindukan
walaupun aku berulang kali memanggil namamu di depan wajahmu

mungkin benar bukan aku
yang sekalipun beri segalanya untukmu
sekalipun aku berikan langit dan bumi
tapi sayang, aku tak ada dipelupuk ingatanmu

jiwaku tak setegar karang
untuk percaya, kalau bukan aku yang menjadi milikmu
diriku tak sekuat badai ombak yang kuat menenggelamkan kapal, untuk menahan sedikit perih yang kau tinggalkan

berikut dengan perasaanku
perlahan melemah menahan pilu
merelakan kenyataan
merelakan kamu, dengan yang paling setia senyumannya dihatimu

andai aku bisa terlahir kembali
begitu juga kamu
aku ingin memaksa keadaan
agar aku bertemu kamu, kamu yang baru, kamu yang mencintaiku, bukan dia

lalu bagaimana dengan hari ini? lusa? besok lusa? dan seterusnya?
apa yang harus aku lakukan dengan kenyataanku yang baru?
dengan kamu yang mencintai dia
dengan kamu yang bukan memiliki aku dengan segenap perasaan lembutmu..

11.29.2011

manusia dan keadilan





Nama : Nur Azizah
Kelas : 1PA07
NPM : 15511293


Dalam Kehidupan ini, manusia butuh keadilan. Keadilan yang dimaksud disini adalah penyamarataan apa yang di dapat dan dilakukan dlam suatu hal. Sebagai contoh kewajiban dan hak
warga negara. Semua warga negara diwajibkan membayar pajak tanpa terkecuali, dan warga negara juga ber-hak mendapatkan kelayakan hidup di negaranya dalam hal kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan. Keadilan juga dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang tidak berat sebelah atau tidak memihak. Sudah bisa dipastikan keadilan mengetaui mana yang benar dan mana yang salah.

Menurut Aristoteles :
Keadilan adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit., kedua ujung tersebut menyangkut 2 orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah di tetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama.

Menurut Socrates:
Keadilan diproyeksikan pada pemerintahan. Keadilan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan pada pemerintah, karena pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat.

Dampak positif dari keadilan itu sendiri dapat membuahkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi. Karena ketika seseorang mendapat perlakuan yang tidak adil maka orang tersebut akan mencoba untuk bertanya atau melalukan perlawanan “protes” dengan caranya sendiri. cara itulah yang dapat menimbulkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi seperti demonstrasi, melukis, menulis dalam bentuk apapun hingga bahkan membalasnya dengan berdusta dan melakukan kecurangan.

Dalam ketetapan MPR RI No.II/MPR/1978 tentang pedoman penghayatan dan pengalaman pancasila (ekaprasetia pancakarsa) dicantumkan ketentuan sebagai berikut:
“dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia.”
Bung Hatta dalam uraiannya mengenai sila “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” menulis sebagai berikut “keadilan sosial adalah langkah yang menentukan untuk melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur.” Selanjutnya diuraikan bahwa para pemimpin Indonesia yang menyusun UUD 45 percaya bahwa cita-cita keadilan social dalam bidang ekonomi adalah dapat mencapai kemakmuran yang merata.

Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan. Kecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati, matrealistis serta sulit untuk membedakan antara hitam dan putih lagi dan mengkesampingkan nurani dan sisi moralitas.
Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecurangan antara lain :
a.Faktor ekonomi. Setiap berhak hidup layah dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai mahluk lemah, tempat salah dan dosa, sangat rentan sekali dengan hal – hal pintas dalam merealisasikan apa yang kita inginkan dan pikirkan. Menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan semu tanpa melihat orang lain disekelilingnya.
b.Faktor Peradaban dan Kebudayaan sangat mempengaruhi dari sikap dan mentalitas individu yang terdapat didalamnya “system kebudayaan” meski terkadang hal ini tidak selalu mutlak. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas. Pergeseran moral saat ini memicu terjadinya pergeseran nurani hampir pada setiap individu didalamnya sehingga sangat sulit sekali untuk menentukan dan bahkan menegakan keadilan
c.Teknis. Hal ini juga sangat dapat menentukan arah kebijakan bahkan keadilan itu sendiri. Terkadang untuk dapat bersikap adil,kita pun mengedepankan aspek perasaan atau kekeluargaan sehingga sangat sulit sekali untuk dilakukan. Atau bahkan mempertahankan keadilan kita sendiri harus bersikap salah dan berkata bohong agar tidak melukai perasaan orang lain.
Keadilan dan kecurangaan atau ketidakadilan tidak akan dapat berjalan dalam waktu bersamaan karena kedua sangat bertolak belakang dan berseberangan.Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah. tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Orang seperti itu biasanya tidak senang bila ada yang melebihi kekayaannya. Padahal agama apapun tidak membenarkan orang mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tanpa menghiraukan orang lain, lebih lagi mengumpulkan harta dengan jalan curang. Hal semacam itu dalam istilah agama tidak diridhoi Tuhan.
Jadi, dapat dikatakan Keadilan itu sulit detarapkan, tetapi harus tetap ditegakkan. Sebagaimana layaknya kehidupan, tentu setiap indvidu ber-hak dan wajib memilikinya. Seperti yang telah kita ketahui sebagai warga negara Indonesia, bagaimana hukum berjalan di negara kita ini, masih sangat minim sekali penegakkan keadilan. Walupun setiap warga negara telah memiliki Hak Azasi yang telah dimiliki sejak lahir, tetapi hukum di negara kita ini masih bisa dibeli. Kita semua bisa melihat apa yang dilakukan para petinggi atau pejabat negara yang korupsi ketika mereka mendapatkan hukuman, mereka lebih singkat waktu hukumannya dibanding warga desa yang kelaparan hingga akhirnya dia mencuri ayam tetangga. Sungguh tragis.

Semoga, kedepannya, negara kita akan lebih baik dan lebih adil lagi dalam segi apapun.

10.29.2011

Manusia Dan Penderitaan

Nama : Nur Azizah
Kelas : 1PA07
NPM : 15511293

Manusia adalah insan yang memiliki akal dan budi. Semua manusia memiliki perjalanan hidup yang berbeda, dan juga cara menghadapi dan berbeda. Ketika manusia dihadapi suatu masalah, manusia tersebut akan merasa menderita. Atau jika dia dipertemukan dengan suatu perjalanan keseharian yang agak menghambat hidupnya, maka dia juga akan merasa menderita.
Penderitaan akan dialami oleh semua orang hal itu sudah merupakan resiko hidup,berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan banyak macam kasus dalam liku-liku kehidupan manusia,seperti penderitan fisik ataupun nonfisik,penderitan timbul karena perbuatan kita sendiri atau sesama manusia penderitaan ini kadang di sebut nasib buruk.Nasib buruk ini dapat di perbaiki manusia supaya menjadi baik dengan kata lain manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya perbedaan nasib buruk dan takdir tuhan yang menentukan sedangkan nasib buruk itu manusia penyebabnya,karena perbuatan buruk sesama manusia maka manusia lain menjadi menderita.Selain itu juga perbuatan buruk manusia terhadap linkunganya juga menyebabkan penderitaan
Penderitaan menaggung atau merasakan sesuatu lahir ataupun batin,penderitaan termasuk realita dunia dan manusia intesitas penderitaan bertinkat-tingkat ada yang berat ada juga yang ringan namun peranan individu juga menentukan berat tidaknya suatu penderitaan,suatu pristiwa yang di anggap penderitaan seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain dapat pula suatu penderitaan menimbulkan energi untuk bangkit bagi seseorang atau sebagai langkah seseorang untuk mencapain kenikmatan dan kebahagiaan
Penderitaan itu datang dari berbagai hal, bisa secara lahir atau batin. Contoh penderitaan lahir seperti misalnya penyakit. Manusia itu rentan akan penyakit apabila dia tidak melengkapi asupan yang bergizi dan juga berolahraga yang cukup. Atau manusia itu kurang beristirahat dan membersihkan diri itu juga menyebabkan manusia terkena penyakit secara lahir. Sebaliknya jika manusia itu menderita secara batin. Berarti dia menderita secara perasaan. Mungkin dia mendapatkan beban dalam pekerjaan, atau keluarga.
Tetapi bisa jadi akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara.
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat-tidaknya Intensitas penderitaan. Suatu perristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan. Contoh ialah penderitaan yang menimpa pemimpin besar umat Islam, yang terjadi pada diri Nabi Muhammad. Ayahnya wafat sejak Muhammad dua bulan di dalam kandungan ibunya. Kemudian, pada usia 6 tahun, ibunya wafat. Dari peristiwa ini dapat dibayangkan penderitaan yang menimpa Muhammad, sekaligus menjadi saksi sejarah sebelum ia menjadi pemimpin yang paling berhasil memimpin umatnya (versi Michael Hart dalam Seratus Tokoh Besar Dunia).
Jadi manusia itu memang tak pernah lepas dari penderitaan. Penderitaan itu sudah pasti jadi bagian dari kehidupan setiap insan. Dan manusia harus percaya, bahwa mereka pasti punya cara atau celah untuk keluar dari penderitaan tersebut. Seperti yang telah tertulis pada surah Al-Insyirah ayat 5 “didalam kesulitan pasti ada kemudahan”. Itu berarti semua manusia pasti mendapatkan kemudahan dari segala sesuatu penderitaan yang menghadang hidupnya. Manusia tidak boleh meragu terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang tak pernah berhenti untuk melindungi hamba-Nya dari hal yang menyulitkan.